* Naskah debat mengenai cancel culture di lingkup jaringan Fediverse
@ 2025-11-18 11:34 James Ed Randson
0 siblings, 0 replies; only message in thread
From: James Ed Randson @ 2025-11-18 11:34 UTC (permalink / raw)
To: Gwml
[-- Attachment #1: Type: text/plain, Size: 9864 bytes --]
# Naskah Debat Akademik: Cancel Culture dalam Konteks Jaringan Fediverse
## Informasi Debat
- **Mosi**: Cancel Culture sebagai Mekanisme Akuntabilitas dalam
Jaringan Terdesentralisasi
- **Format**: Debat Parlementer Akademik
- **Konteks**: Jaringan Fediverse (ActivityPub & AT Protocol)
---
## Posisi Afirmasi: Cancel Culture sebagai Mekanisme Akuntabilitas
Sosial yang Diperlukan
### Pembukaan
Yang terhormat adjudikator, rekan-rekan debater, dan hadirin yang saya
hormati,
Cancel culture, atau budaya pembatalan, merupakan fenomena sosiologis
kontemporer yang mencerminkan demokratisasi akuntabilitas publik di era
digital. Dalam konteks jaringan terdesentralisasi seperti
Fediverse--yang mencakup protokol ActivityPub (Mastodon, Pleroma,
Misskey) dan AT Protocol (Bluesky)--cancel culture berfungsi sebagai
mekanisme bottom-up untuk menegakkan norma komunitas dan menangani
perilaku problematik yang seringkali luput dari moderasi institusional.
### Argumentasi Primer
#### 1. Desentralisasi Kekuasaan Moderasi
Berbeda dengan platform terpusat seperti Twitter atau Facebook,
Fediverse beroperasi melalui instance-instance independen dengan
kebijakan moderasi yang beragam. Ketika mekanisme moderasi formal
gagal--seperti kasus administrator instance yang lambat merespons
pelecehan atau hate speech--cancel culture berperan sebagai sistem
check-and-balance alternatif.
**Studi Kasus**: Pada tahun 2023, komunitas Mastodon berhasil
mengisolasi instance gab.com yang dikenal menyebarkan konten supremasi
kulit putih melalui kampanye defederasi massal. Tindakan kolektif ini
membuktikan bahwa cancel culture dapat melindungi ruang digital dari
aktor-aktor berbahaya tanpa bergantung pada otoritas sentral.
#### 2. Amplifikasi Suara Minoritas
Struktur Fediverse yang terdesentralisasi memberikan platform bagi
komunitas marjinal yang sering diabaikan di media mainstream. Cancel
culture dalam konteks ini menjadi alat pemberdayaan bagi
kelompok-kelompok minoritas untuk menuntut pertanggungjawaban publik.
**Studi Kasus**: Kampanye #FediBlock di Mastodon memungkinkan pengguna
dari komunitas LGBTQ+, BIPOC, dan kelompok rentan lainnya untuk
mengidentifikasi dan memblokir instance atau individu yang terlibat
dalam harassment sistematis, menciptakan safe spaces yang lebih
inklusif.
#### 3. Konsekuensi Reputasional sebagai Deterrent
Dalam ekonomi perhatian digital, reputasi merupakan mata uang sosial
yang berharga. Cancel culture menciptakan konsekuensi reputasional yang
dapat mendorong perubahan perilaku positif.
**Studi Kasus**: Kasus kontroversial developer open-source yang
menggunakan platform Fediverse untuk menyebarkan pandangan misoginis
pada tahun 2024 menunjukkan bagaimana pressure sosial kolektif dapat
mendorong refleksi dan perubahan--atau setidaknya, membatasi jangkauan
pengaruh individu problematik tersebut.
### Penutup
Cancel culture, ketika dipraktikkan dengan prinsip-prinsip restorative
justice dan proporsionalitas, merupakan evolusi natural dari
akuntabilitas sosial di era digital terdesentralisasi. Dalam ekosistem
Fediverse yang demokratis, fenomena ini bukan sekadar vigilantisme
digital, melainkan manifestasi dari collective governance yang
diperlukan untuk menjaga kesehatan komunitas online.
---
## Posisi Oposisi: Cancel Culture sebagai Ancaman terhadap Discourse
Publik yang Sehat
### Pembukaan
Yang terhormat adjudikator, rekan-rekan debater, dan hadirin yang saya
hormati,
Kami dengan tegas menolak romanticization cancel culture sebagai
mekanisme akuntabilitas yang legitimate. Dalam konteks jaringan
Fediverse, cancel culture justru mengeksaserbasi fragmentasi sosial,
menciptakan echo chambers yang intoleran, dan mengabaikan
prinsip-prinsip fundamental due process. Fenomena ini bukan
demokratisasi keadilan, melainkan democratization of mob justice--dengan
konsekuensi yang merusak integritas discourse publik.
### Argumentasi Primer
#### 1. Fragmentasi dan Balkanisasi Informasi
Struktur terdesentralisasi Fediverse, ketika dikombinasikan dengan
cancel culture, menciptakan balkanisasi ekstrem dalam ekosistem
informasi. Praktik defederasi preventif--memblokir entire instances
berdasarkan rumor atau guilt by association--telah menciptakan silo-silo
informasional yang menghambat dialog lintas-perspektif.
**Studi Kasus**: Instance Mastodon akademik seperti scholar.social
mengalami defederasi dari beberapa instance aktivis hanya karena
menghosting diskusi kontroversial tentang free speech dan deplatforming.
Hal ini menunjukkan bagaimana cancel culture dapat menghambat discourse
akademik yang legitimate dan menciptakan intellectual homogeneity yang
kontraproduktif.
#### 2. Absence of Due Process dan Natural Justice
Cancel culture dalam Fediverse sering mengabaikan prinsip-prinsip
fundamental natural justice: presumption of innocence, right to be
heard, dan proportionality of punishment. Keputusan untuk "membatalkan"
individu atau instance seringkali dibuat berdasarkan informasi parsial,
tanpa verifikasi memadai, dan tanpa memberikan kesempatan pembelaan.
**Studi Kasus**: Kontroversi pada tahun 2024 melibatkan developer
Pixelfed yang di-cancel karena screenshot percakapan yang diambil out of
context. Meskipun kemudian terbukti bahwa konteks percakapan tersebut
berbeda dari narasi awal, damage reputasional yang terjadi sudah
irreversible. Kasus ini mengilustrasikan bagaimana cancel culture dapat
menjadi weapon of character assassination tanpa safeguards prosedural.
#### 3. Chilling Effect terhadap Free Expression
Cancel culture menciptakan climate of fear yang menghambat free
expression dan intellectual risk-taking. Di Fediverse, fenomena
self-censorship meningkat karena pengguna takut menjadi target kampanye
pembatalan jika mengekspresikan pandangan yang unpopular atau
controversial.
**Studi Kasus**: Survey informal pada komunitas Mastodon menunjukkan
bahwa 67% responden mengaku self-censor untuk menghindari konflik atau
backlash. Peneliti dan akademisi melaporkan keengganan untuk
mendiskusikan topik-topik sensitif seperti gender ideology, race
relations, atau geopolitics di platform Fediverse karena takut
misinterpretasi dapat memicu kampanye pembatalan. Hal ini menghambat
marketplace of ideas yang esensial bagi kemajuan pengetahuan.
### Penutup
Cancel culture dalam jaringan Fediverse bukan solusi terhadap
problematika moderasi konten, melainkan manifestasi dari tribal politics
yang merusak fondasi discourse publik yang sehat. Alternatif yang lebih
konstruktif mencakup penguatan mekanisme moderasi transparan,
implementasi restorative justice frameworks, dan promosi kultur dialog
yang menghargai nuance dan good faith disagreement.
---
## Pertanyaan untuk Cross-Examination
### Untuk Tim Afirmasi:
1. Bagaimana Anda membedakan antara legitimate accountability dan mob
justice dalam praktik cancel culture?
2. Apa safeguards yang dapat diterapkan untuk mencegah penyalahgunaan
cancel culture terhadap individu innocent atau vulnerable?
3. Bagaimana Anda merespons argumen bahwa cancel culture justru
memperkuat power dynamics yang ada dengan memberikan senjata baru kepada
kelompok yang sudah dominan?
### Untuk Tim Oposisi:
1. Jika cancel culture bukan solusi, mekanisme akuntabilitas alternatif
apa yang Anda usulkan untuk menangani bad actors dalam ekosistem
terdesentralisasi?
2. Bagaimana Anda menjelaskan kasus-kasus di mana cancel culture
berhasil membatasi penyebaran hate speech dan harassment yang
legitimate?
3. Apakah concern terhadap free speech tidak justru digunakan sebagai
shield oleh individu-individu yang ingin menghindari konsekuensi dari
harmful behavior mereka?
---
## Referensi Akademik
### Literatur Primer:
- Ng, E. (2020). *No Grand Pronouncements Here...: Reflections on Cancel
Culture and Digital Media Participation*. Television & New Media, 21(6),
621-627.
- Bouvier, G. (2020). *Racist call-outs and cancel culture on Twitter:
The limitations of the platform's ability to define issues of social
justice*. Discourse, Context & Media, 38, 100431.
- Rini, R. (2021). *The Ethics of Microaggression*. Routledge Studies in
Ethics and Moral Theory.
### Literatur Sekunder:
- Clark, M. D. (2020). *DRAG THEM: A brief etymology of so-called
"cancel culture"*. Communication and the Public, 5(3-4), 88-92.
- Romano, A. (2020). *Why we can't stop fighting about cancel culture*.
Vox Media.
### Studi Fediverse-Specific:
- Zignani, M., Gaito, S., & Rossi, G. P. (2018). *Follow the "Mastodon":
Structure and Evolution of a Decentralized Online Social Network*.
Proceedings of ICWSM.
- Gehl, R. & Zulli, D. (2021). *The Digital Covenant: Non-centralized
Platform Governance on the Mastodon Social Network*. Information,
Communication & Society, 24(12), 1-18.
---
## Glosarium Terminologi
**ActivityPub**: Protokol komunikasi terdesentralisasi yang digunakan
oleh platform seperti Mastodon, Pleroma, dan PeerTube untuk memungkinkan
interoperabilitas antar-instance.
**AT Protocol**: Protokol yang dikembangkan oleh Bluesky untuk
menciptakan social media yang terdesentralisasi dengan fokus pada user
portability dan algorithmic choice.
**Defederasi**: Tindakan memutuskan koneksi antara dua instance dalam
jaringan Fediverse, sehingga pengguna dari satu instance tidak dapat
berinteraksi dengan pengguna dari instance lainnya.
**Instance**: Server independen dalam jaringan Fediverse yang
menjalankan software compatible dengan protokol ActivityPub atau AT
Protocol.
**#FediBlock**: Hashtag yang digunakan di Mastodon untuk
mengidentifikasi dan mendokumentasikan instance atau akun yang dianggap
problematic, memfasilitasi collective blocking actions.
**Restorative Justice**: Pendekatan terhadap konflik yang menekankan
rehabilitasi, reparasi harm, dan reintegrasi daripada punishment semata.
[-- Attachment #2: Type: text/html, Size: 13357 bytes --]
^ permalink raw reply [flat|nested] only message in thread
only message in thread, other threads:[~2025-11-18 11:34 UTC | newest]
Thread overview: (only message) (download: mbox.gz follow: Atom feed
-- links below jump to the message on this page --
2025-11-18 11:34 Naskah debat mengenai cancel culture di lingkup jaringan Fediverse James Ed Randson
This is a public inbox, see mirroring instructions
for how to clone and mirror all data and code used for this inbox